Klub bertaburan pemain bintang, Manchester United, akhirnya berhasil menjadi kampiun Kejuaraan Dunia Antarklub untuk pertama kalinya setelah di babak final mengalahkan klub asal Ekuador, LDU Quito, dengan skor 1-0. Wayne Rooney menjadi pahlawan kemenangan MU dalam laga final yang berlangsung di Stadion Internasional Yokohama, Jepang, Minggu (21/12). Gol yang dibuatnya pada menit ke-73, membawa MU meraih kemenangan tipis 1-0 atas LDU Quito dalam pertandingan tersebut.
Sementara itu, Spanyol berhasil meraih gelar pertamanya dalam 44 tahun terakhir dengan memenangkan Piala Eropa 2008. Sedangkan mantan pesepakbola legendaris, Diego Maradona, terpilih menjadi pelatih tim nasional Argentina.
Di tingkat Asia Tenggara, Vietnam menjadi juara Piala AFF Suzuki 2008, raihan pertama negara tersebut di ajang ini, setelah berhasil menahan imbang Thailand 1-1 pada pertandingan kedua babak final ajang tersebut di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (28/12). Hasil imbang tersebut membuat agregat gol akhir menjadi 3-2 untuk keunggulan Vietnam, setelah pada pertandingan pertama mereka berhasil mencuri kemenangan 2-1 di kandang Thailand, Rabu (24/12) lalu. Demikian beberapa perubahan signifikan yang mewarnai sepakbola dunia pada 2008.
Spanyol Juara
Bila tim-tim yang memiliki tradisi seperti Italia, Prancis, Brasil dan Argentina pamornya mulai memudar, maka Spanyol muncul ke permukaan sebagai juara Eropa dengan permainan atraktif mereka. "Hari ini adalah hari yang baik untuk Spanyol," kata pelatih Luis Aragones setelah timnya mengalahkan Jerman 1-0 pada pertandingan final yang berlangsung di Wina, Austria, beberapa bulan lalu.
"Kami telah memenangkan turnamen ini dengan brilian. Saya rasa semua orang yang mencintai sepakbola ingin menyaksikan pemain-pemain yang menciptakan permainan kombinasi, melakukan serangan ke kotak penalti lawan dan menciptakan gol," tuturnya.
Kesuksesan tim matador juga berlanjut ke babak kualifikasi Piala Dunia 2010. Mereka telah meraih empat kemenangan beruntun dan tampaknya akan mulus melaju ke babak final yang berlangsung di Afrika Selatan tersebut.
Sementara itu, nama pemain legendaris Argentina, Maradona, kembali mengisi headline media dunia. Kali ini bukan karena pemakaian obat-obatan terlarang, obesitas, atau kesehatan menurun. Sang legenda telah dipilih menjadi pelatih Argentina, menggantikan pelatih lama Alfio Basile.
Ujian awal telah dilalui dengan sukses oleh Maradona. Pada pertandingan pertamanya sebagai pelatih, dia berhasil membawa Argentina meraih kemenangan 1-0 dalam laga persahabatan melawan Skotlandia.
Khusus tentang perkembangan sepakbola di Asia Tenggara, keberhasilan Vietnam meraih gelar juara Piala AFF Suzuki 2008 patut dicontoh tim nasional (timnas) Indonesia. Meski tidak diunggulkan serta relatif kalah teknik dan fisik dari lawan mereka di babak final, Thailand, namun semangat juang yang ditampilkan telah menghasilkan gelar yang sangat didambakan.
"Penampilan Vietnam, terutama di laga final, sangat mengejutkan kita. Semangat juang yang mereka tunjukkan patut dicontoh para pemain timnas kita," ungkap mantan pemain timnas Indonesia, Ricky Yacobi, ketika dihubungi SP, Selasa (30/12). 
Kebangkitan Inggris
Perubahan besar juga terjadi pada timnas Inggris. Skuad "St George Cross", yang sebelumnya bermain angin-anginan dan gagal lolos ke ajang Piala Eropa 2008, bangkit menjadi tim bermental juara sejak ditangani "Don" Fabio Capello.
Pelatih yang sebelumnya membawa AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid meraih berbagai prestasi terbaik itu, berhasil membawa Inggris memenangkan empat pertandingan pertama babak grup penyisihan Piala Dunia mereka. Suatu keberhasilan yang baru pertama kali ini diraih tim "The Three Lions" tersebut. Atas raihan tersebut, Inggris memimpin Grup Enam zona kualifikasi Eropa dengan perolehan 12 angka.
"Orang-orang mengatakan bahwa ini adalah pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan, namun tahun ini, ternyata berjalan dengan menyenangkan. Semua berjalan dengan sangat positif. Saya sangat puas," ungkap Capello tentang tugas pertamanya sebagai pelatih sebuah tim nasional.
Keberhasilan Capello juga disebabkan keberaniannya melakukan "peremajaan" pada tim nasional (timnas) Inggris. Gelandang elegan David Beckham dan penyerang Michael Owen harus merelakan posisi mereka kepada pemain muda seperti Theo Wallcot dan Gabriel Agbonlahor.
Bangkitnya timnas Inggris pun terefleksi pada raihan kesuksesan tim-tim peserta Liga Inggris di ajang kejuaraan Eropa. Manchester United, Chelsea, dan Liverpool, lolos ke semifinal Liga Champions dan partai puncak mempertemukan MU dan Chelsea di Moskwa, Rusia, pada laga final pertama yang mempertemukan dua klub Inggris. "Setan Merah" akhirnya berhasil menjadi juara setelah mengandaskan "Si Biru" pada babak tos-tosan.
MU juga berhasil meraih gelar juara Liga Inggris dan membawa pelatih Sir Alex Ferguson meraih trofi ke-22 selama 22 tahun menangani klub tersebut. Cristiano Ronaldo, yang mencetak 42 gol untuk MU musim lalu, pun terpilih menjadi penerima gelar Pemain Terbaik Eropa tahun ini (Ballon d'Or).
Selain adanya krisis keuangan global yang memberikan masalah baru bagi klub-klub yang sebelumnya telah terimpit masalah utang, termasuk kemungkinan akan mundurnya sponsor besar seperti yang dialami West Ham United, problema lama seperti kerusuhan, kematian supporter, rasisme, dan skandal penyuapan, juga terus terjadi pada 2008.
Pendukung Glasgow Rangers menyerang polisi di Kota Manchester, Inggris, saat berlangsungnya final Piala UEFA, yang dimenangkan klub asal Rusia, Zenit St Petersburg, pada bulan Mei lalu.
Aksi berbau rasialisme yang mewarnai pertandingan Liga Champions antara Atletico Madrid dan Marseille pada bulan September menyebabkan UEFA menghukum klub Spanyol tersebut bermain tanpa penonton. [dari berbagai sumber/ S Rezy Anindito]
Jumat, 02 Januari 2009
Perubahan Warnai Sepakbola Dunia
Diposting oleh
RAI
di
00.06
0
komentar
Senin, 18 Agustus 2008
Rivalitas Adidas - Nike

Berebut Pasar Tiongkok
Para atlet yang berkompetisi dalam Olimpiade Beijing akan memeras keringat mereka agar berhasil memperoleh medali emas dalam ajang akbar tersebut. Sementara hal itu berlangsung, Nike dan Adidas, dua rival merek dagang perlengkapan olahraga, berjuang memperebutkan dominasi pasar penjualan.
Setiap kali ajang Olimpiade diadakan merupakan saat bertempur bagi kedua merek itu, namun persaingan kali ini akan terjadi lebih hebat lagi. Beijing adalah gerbang menuju pasar yang baru. Ada 1,3 miliar pasang kaki di Tiongkok dan tidak semuanya memakai sepatu bermerek. Karena itu kedua perusahaan berharap dapat menjadikan negara tersebut pasar terbesar mereka, setelah Amerika Serikat, dalam beberapa tahun ke depan. "Ini merupakan kesempatan terbesar memperoleh pasar baru," kata Direktur Pusat Pemasaran Olahraga Warsaw di Universitas Oregon, Amerika Serikat, Paul Swangard. "Belum pernah ada event Olimpiade yang membawa kesempatan seperti ini," tambahnya.
Bagi Adidas, kesempatan tersebut sangatlah penting. Apalagi setelah perjanjian kerja sama dengan Reebok pada tahun 2005 yang gagal meningkatkan pendapatan mereka. Karena itu, Adidas melihat Olimpiade Beijing sebagai sebuah solusi untuk memperbaiki keadaan tersebut.
Adidas membayar US$ 100 juta atau sekitar Rp 910 miliar tunai agar bisa menjadi sponsor resmi Olimpiade Beijing. Perusahaan itu juga akan menyediakan perlengkapan bagi para atlet, pekerja suka rela, dan pejabat teknis, serta menjadi sponsor permainan interaktif internet yang menampilkan beberapa atlet Tiongkok agar mendapat tempat utama di hadapan penonton Olimpiade.
Sedangkan Nike memilih strategi yang berbeda. Mereka hanya fokus memberikan sponsor kepada atlet-atlet tertentu saja. "Nike tidak pernah harus menjadi sponsor resmi untuk membuat terobosan," kata Swangard.
Walau Adidas yang bermarkas di Jerman memiliki pasar yang kuat di Eropa dan Nike memiliki kelemahan di pasar Amerika Serikat, Nike telah berhasil mengembangkan keunggulan global terhadap pesaingnya tersebut pada tiga tahun terakhir.
Menurut Sporting Goods Intelligence, Nike telah berhasil menguasai 36 persen pasar dunia, jumlah yang besar bila dibandingkan dengan Adidas yang hanya menguasai 21,8 persen pasar dunia.
Berdasarkan rencana yang dimiliki Adidas, saat Olimpiade dimulai, mereka akan memiliki 4.000 toko eksklusif di Tiongkok, termasuk mendirikan sebuah toko megah seluas 10.000 kaki di Beijing.
Permasalahan yang dihadapi Adidas adalah walau mereka telah menjadi mitra penyedia perlengkapan olahraga resmi Olimpiade, namun lebih banyak atlet bintang yang disponsori Nike seperti petenis Swiss Roger Federer, bintang lari Australia Craig Mottram, dan pebasket AS Kobe Bryant.
Kenyataan bahwa atlet yang disponsori Nike belum tentu menjadi juara memang menjadi risiko langkah promosi tersebut. Oleh karena itu, Nike telah membuat perjanjian penyediaan perlengkapan dengan 22 dari 28 federasi olahraga Tiongkok. Dengan adanya perjanjian tersebut, bahkan Yao Ming pun akan mengenakan seragam bola basket dari Nike.
Selain perjanjian dengan federasi olahraga Tiongkok, Nike juga membuat perjanjian yang sama dengan federasi olahraga negara lainnya, termasuk Amerika Serikat, Jerman dan Rusia.
Dengan demikian, sebagian besar dari 3.000 atlet yang disponsori Adidas dan Nike akan berlaga di Beijing, hanya akan mengenakan kostum dengan lambang perusahaan tersebut pada saat seremoni penyerahan medali. Dalam pertandingan, mereka harus mengenakan kostum dengan lambang Nike. [SRA/N-5]
Diposting oleh
RAI
di
18.19
0
komentar
Sabtu, 09 Agustus 2008
For The First Time, GP F1 Singapura!


Grand Prix Formula 1 (GP F1) untuk pertama kalinya diadakan di Singapura pada 26 sampai 28 September 2008. Penyelenggaraan kompetisi tersebut semakin bertambah unik karena diadakan malam hari, sesuatu hal yang baru pertama kali dilakukan dalam sebuah perlombaan F1.
Menurut Direktur Regional Singapore Tourism Board (STB) untuk Indonesia, Filipina dan Brunei Darussalam, Chooi Yee Choong, keselamatan seluruh pembalap yang ikut berlaga tetap terjamin walau perlombaan diadakan pada malam hari.
“Pihak panitia telah melakukan banyak tes untuk memastikan keselamatan para pembalap ketika berlomba. Sirkuit juga akan dilengkapi special lightings sehingga para pembalap tidak akan mengalami kesulitan membalap saat malam hari,” kata Chooi dalam sebuah konferensi pers yang diadakan Kamis (7/8) di Jakarta.
Dia menjelaskan, The 2008 Formula One Singtel Singapore Grand Prix sengaja digelar pada malam hari agar perlombaan tersebut tetap dapat disaksikan pada siang hari oleh penonton setia F1 yang berada di Eropa. Selain itu, juga karena menyesuaikan dengan udara panas pada siang hari di Singapura yang kurang cocok untuk digunakan untuk mengadakan perlombaan F1.
Selain merupakan GP F1 yang pertama kali diadakan malam hari, perlombaan di Singapura juga merupakan perlombaan F1 yang pertama kali diadakan di jalan raya sebuah kota di Asia. Perlombaan ini akan berlangsung di sirkuit jalan raya di sekitar daerah Marina Bay di Singapura.
Chooi juga menyebutkan, dari sekitar 93 persen tiket yang telah terjual, 40 persen merupakan tiket yang dijual kepada pononton yang berasal dari luar Singapura. Penonton Indonesia merupakan target pasar terbesar penjualan tiket tersebut.
“Penonton yang berasal dari Indonesia merupakan target pasar terbesar penjualan tiket di luar Singapura,” kata Chooi.
Penyelenggaraan F1 di Singapura akan terus berkelanjutan, paling tidak sampai lima tahun ke depan, karena telah dibuat kontrak persetujuan kerja sama selama lima tahun antara penyelenggara F1 dengan pihak Singapura.
Berkaitan dengan penyelenggaraan F1 di Singapura, STB juga menggelar Singapore GP Season, yang akan berlangsung dari 20 September sampai 5 Oktober 2008. Menurut Direktur Leisure Marketing and Events Management STB, Geraldine Yeo, akan digelar berbagai acara yang menarik dan unik, seperti Bvlgari Watch Exhibition, Singapore Motorshow, konser artis Jazz Diana Krall, Singapore River Festival serta Singapore Biennale.
“Penyelenggaraan F1 di Singapura akan full of celebration. Kami berharap para pengunjung akan menikmati kehadiran mereka dalam event ini,” kata Geraldine. [SRA]
Diposting oleh
RAI
di
09.09
0
komentar

